Print ...

Contributor...

  • Editor:

Path: Top

Life After Oil: Energi untuk Pembangunan yang Berkelanjutan

Publication from JBPTUNIKOMPP / 2012-06-30 07:36:49
By : Agus P. Sari, Yayasan Pelangi Indonesia
Created : 2002-04-00, with files

Keyword : Minyak bumi, Energi,Pembangunan Berkelanjutan

Minyak akan habis. Paling tidak 10 tahun kedepan, Indonesia akan menjadi net oil importer country dan pada tahun 2020 menjadi total importer country. Dengan mengasumsikan harga minyak dunia sebesar US$ 25 per barrel, biaya impor yang harus dikeluarkan pada tahun 2020 adalah sebesar US$ 11 milyar atau 11 kalinya biaya impor pada tahun 1998!

Di sisi lain, Pelangi pun sangat menyadari bahwa ketergantungan manusia akan energi akan terus meningkat sejalan dengan meningkatnya aktivitas, terutama aktivitas ekonomi. Karenanya, kebutuhan akan energi harus tetap dapat terpenuhi walaupun ketersediaan sumber energi fosil semakin menurun.

Skenario termudah adalah dengan tetap menggunakan sumber energi fosil, termasuk dengan melakukan import sepenuhnya (total importer). Tetapi apakah ini merupakan skenario yang sustainable? Jawabannya sudah barang tentu adalah tidak. Bahkan saat ini pun, dimana Indonesia hanya mengimport sebagian kecil dari sumber energi fosilnya, beban keuangan pemerintah yang terkait dengan sektor ini telah sangat berat. Apalagi jika kita harus mengimport sumber energi fosil secara keseluruhan, berapa banyak dana yang harus dikeluarkan untuk ini, dan berapa besar lagi kerugian –subsidi, untuk lebih halusnya- yang harus ditanggung oleh pemerintah, apalagi mengingat tidak kuatnya nilai tukar Rupiah terhadap mata uang internasional.

Pertimbangan di atas menjadi satu di antara sekian banyak pertimbangan yang menyebabkan Pelangi memilih satu tema untuk kampanye sepanjang masa-nya, yaitu Life After Oil. Pertimbangan lain yang juga sangat kuat perannya adalah tekanan yang diberikan oleh pengadaan serta pemanfaatan sumber energi fosil terhadap lingkungan, baik itu secara lokal, regional maupun global. Tekanan yang cukup berat selama ini juga dirasakan terhadap kehidupan sosial masyarakat, selain tekanan ekonomi yang sangat erat kaitannya dengan apa yang telah disampaikan sebelum ini.

Life After Oil dilakukan untuk menyiapkan masyarakat, terutama masyarakat Indonesia, dalam menghadapi kehidupan di masa depan yang tidak lagi tergantung kepada pemanfaatan sumber energi fosil.

Kajian yang dilakukan untuk mendukung kampanye ini akan dilakukan dalam beberapa bagian, sebagai berikut:

Sisi pengadaan energi – yang dilakukan adalah pengkajian sejak dari energi primer, energi sekunder hingga energi final. Kajian ini diawali dengan kondisi yang ada selama ini serta bagaimana mengatasinya nanti, termasuk di dalamnya kebijakan serta aspek pendukung lain yang diperlukan.

Sisi pemanfaatan energi – pengkajian akan dilakukan bagi pemanfaatan energi di berbagai sektor kehidupan, misalnya rumah tangga, industri, perkantoran dan kegiatan komersial lainnya serta kegiatan transportasi. Jenis kajian yang dilakukan serta alurnya akan sama dengan apa yang dilakukan di sisi pengadaan energi, termasuk di dalamnya upaya apa yang diperlukan agar kebutuhan energi tetap dapat dipenuhi dengan cara yang efisien.

Sisi dampak dari pengadaan dan pemanfaatan energi – kajian yang dilakukan tidak semata melihat sisi negatif dari pengadaan dan pemanfaatan energi, tetapi juga sisi positifnya. Dampak ini akan meliputi dampak terhadap ekonomi, lingkungan serta sosial, yang sedikit-banyak akan pula berimplikasi terhadap politik.

Kumpulan tulisan yang merupakan overview kondisi sektor energi di Indonesia ini dikeluarkan pada diskusi publik mengenai Life After Oil yang dilakukan pada tanggal 22 dan 23 April 2002 di Jakarta sebagai rangkaian kegiatan satu dasawarsa Pelangi.

Dengan adanya tulisan ini sebagai hadiah ulang tahun dari kami di Pelangi, merupakan langkah awal dari kampanye Life After Oil. Dengan membacanya diharapkan pembaca dapat memiliki gambaran umum namun singkat mengenai sektor energi serta konsep dasarnya.

Booklet Life After Oil dalam format PDF (441 kb) dapat anda download di www.pelangi.or.id.

Description Alternative :

Minyak akan habis. Paling tidak 10 tahun kedepan, Indonesia akan menjadi net oil importer country dan pada tahun 2020 menjadi total importer country. Dengan mengasumsikan harga minyak dunia sebesar US$ 25 per barrel, biaya impor yang harus dikeluarkan pada tahun 2020 adalah sebesar US$ 11 milyar atau 11 kalinya biaya impor pada tahun 1998!

Di sisi lain, Pelangi pun sangat menyadari bahwa ketergantungan manusia akan energi akan terus meningkat sejalan dengan meningkatnya aktivitas, terutama aktivitas ekonomi. Karenanya, kebutuhan akan energi harus tetap dapat terpenuhi walaupun ketersediaan sumber energi fosil semakin menurun.

Skenario termudah adalah dengan tetap menggunakan sumber energi fosil, termasuk dengan melakukan import sepenuhnya (total importer). Tetapi apakah ini merupakan skenario yang sustainable? Jawabannya sudah barang tentu adalah tidak. Bahkan saat ini pun, dimana Indonesia hanya mengimport sebagian kecil dari sumber energi fosilnya, beban keuangan pemerintah yang terkait dengan sektor ini telah sangat berat. Apalagi jika kita harus mengimport sumber energi fosil secara keseluruhan, berapa banyak dana yang harus dikeluarkan untuk ini, dan berapa besar lagi kerugian –subsidi, untuk lebih halusnya- yang harus ditanggung oleh pemerintah, apalagi mengingat tidak kuatnya nilai tukar Rupiah terhadap mata uang internasional.

Pertimbangan di atas menjadi satu di antara sekian banyak pertimbangan yang menyebabkan Pelangi memilih satu tema untuk kampanye sepanjang masa-nya, yaitu Life After Oil. Pertimbangan lain yang juga sangat kuat perannya adalah tekanan yang diberikan oleh pengadaan serta pemanfaatan sumber energi fosil terhadap lingkungan, baik itu secara lokal, regional maupun global. Tekanan yang cukup berat selama ini juga dirasakan terhadap kehidupan sosial masyarakat, selain tekanan ekonomi yang sangat erat kaitannya dengan apa yang telah disampaikan sebelum ini.

Life After Oil dilakukan untuk menyiapkan masyarakat, terutama masyarakat Indonesia, dalam menghadapi kehidupan di masa depan yang tidak lagi tergantung kepada pemanfaatan sumber energi fosil.

Kajian yang dilakukan untuk mendukung kampanye ini akan dilakukan dalam beberapa bagian, sebagai berikut:

Sisi pengadaan energi – yang dilakukan adalah pengkajian sejak dari energi primer, energi sekunder hingga energi final. Kajian ini diawali dengan kondisi yang ada selama ini serta bagaimana mengatasinya nanti, termasuk di dalamnya kebijakan serta aspek pendukung lain yang diperlukan.

Sisi pemanfaatan energi – pengkajian akan dilakukan bagi pemanfaatan energi di berbagai sektor kehidupan, misalnya rumah tangga, industri, perkantoran dan kegiatan komersial lainnya serta kegiatan transportasi. Jenis kajian yang dilakukan serta alurnya akan sama dengan apa yang dilakukan di sisi pengadaan energi, termasuk di dalamnya upaya apa yang diperlukan agar kebutuhan energi tetap dapat dipenuhi dengan cara yang efisien.

Sisi dampak dari pengadaan dan pemanfaatan energi – kajian yang dilakukan tidak semata melihat sisi negatif dari pengadaan dan pemanfaatan energi, tetapi juga sisi positifnya. Dampak ini akan meliputi dampak terhadap ekonomi, lingkungan serta sosial, yang sedikit-banyak akan pula berimplikasi terhadap politik.

Kumpulan tulisan yang merupakan overview kondisi sektor energi di Indonesia ini dikeluarkan pada diskusi publik mengenai Life After Oil yang dilakukan pada tanggal 22 dan 23 April 2002 di Jakarta sebagai rangkaian kegiatan satu dasawarsa Pelangi.

Dengan adanya tulisan ini sebagai hadiah ulang tahun dari kami di Pelangi, merupakan langkah awal dari kampanye Life After Oil. Dengan membacanya diharapkan pembaca dapat memiliki gambaran umum namun singkat mengenai sektor energi serta konsep dasarnya.

Booklet Life After Oil dalam format PDF (441 kb) dapat anda download di www.pelangi.or.id.


Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJBPTUNIKOMPP
OrganizationY
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id