Print ...

Contributor...

  • Editor: superuser@jkptutpp

Path: Top

PEMANFAATAN LIMBAH PERTANIAN DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI SEPANJANG SUNGAI CIHIDEUNG SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI CISADANE BOGOR

Research Report from JKPTUTPP / 2002-12-11 03:15:00
By : JAMALUDIN, UNIVERSITAS TERBUKA
Created : 2002-12-11, with 1 files

Keyword : LIMBAH PERTANIAN, PENDAPATAN KELUARGA, SUNGAI CIHIDEUNG, SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI CISADANE
Subject : EKONOMI-LINGKUNGAN

PROGRAM PASCASARJANA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

Pemanfaatan Limbah Pertanian dan Kontribusinya terhadap Pendapatan Keluarga di Sepanjang Sungai Cihideung Sub Daerah Aliran Sungai Cisadane Bogor. Dibimbing oleh Clara M. Kusharto, selaku Ketua komisi pembimbing, Husaini M. Anwar dan Asep Rustiawan, masing-masing selaku Anggota komisi pembimbing.

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pemanfaatan limbah pertanian dan kontribusinya terhadap pendapatan keluarga pada berbagai usaha tani di sepanjang sungai Cihideung Sub Daerah Aliran Sungai Cisadane Bogor. Secara khusus, tujuan penelitian ini adalah : 1) mempelajari keadaan sosio-ekonomi, keragaan konsumsi pangan, sanitasi lingkungan dan status gizi keluarga; 2) mengidentifikasi jenis, pola pemanfaatan dan jumlah limbah pertanian berbagai usaha tani; 3) mengetahui kontribusi pendapatan dari pemanfaatan limbah pertanian terhadap pendapatan keluarga; 4) menganalisis hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan limbah pertanian dengan kontribusi pemanfaatan limbah pertanian.

Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian eksploratif-implementatif dengan judul "Bioresources Management System to Support Household Food Security : A Longitudinal Study Among Rural Household In Java". Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret - Juni 1999. Lokasi penelitian dipilih secara purposif dengan mempertimbangkan letak perbedaan ketinggian di sepanjang aliran sungai Cihideung Sub Daerah Aliran Sungai Cisadane : daerah hulu sungai dengan ketinggian 500-640 m dpl dipilih Desa Sukajadi dan daerah hilir sungai dengan ketinggian 100-200 m dpl dipilih Desa Cihideung Ilir. Populasi adalah rumah tangga petani yang mempunyai sedikitnya satu anak balita dan melakukan usaha tani. Contoh diambil secara acak dari setiap strata kepemilikan lahan yang terdiri dari 75 rumah tangga petani di Desa Sukajadi dan 37 rumah tangga petani di Desa Cihideung Ilir.

Data konsumsi pangan secara kualitatif diperoleh dengan wawancara menggunakan kuesioner food frequency, sedangkan konsumsi pangan secara kuantitatif diperoleh dengan metode ''recall 2 x 24 jam'' dengan selang waktu sehari. Nilai konsumsi zat gizi dihitung menggunakan Daftar Komposisi Bahan Makanan dan Program Food Processor. Data status gizi anak balita diperoleh dengan penimbangan berat badan serta penilaiannya secara antropometri berdasarkan berat badan menurut umur dibandingkan dengan baku NCHS. Data status gizi ibu diperoleh dengan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan, penilaiannya secara antropometri dengan menggunakan indeks massa tubuh (IMT) yang merujuk ketentuan WHO/FAO. Data potensi dan pemanfatan limbah pertanian serta sanitasi lingkungan dikumpulkan dengan wawancara berdasarkan kuesioner dan pengamatan langsung ke lapangan. Data jumlah limbah didekati dengan pembuatan standar berat yang biasa digunakan di kedua desa, sedangkan data pendapatan setiap jenis limbah pertanian didekati dan didasarkan pada harga setiap jenis limbah pertanian yang berlaku pada saat penelitian di kedua desa. Kemudian data-data yang diperoleh diolah dalam bentuk deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, tabulasi silang, persentase, rataan dan standar deviasi. Sebagian data-data tersebut dianalisis secara statistik menggunakan uji-t, uji korelasi Pearson dan uji Chi-Square. Untuk melihat faktor-faktor yang diduga berhubungan dengan besar kecilnya kontribusi pemanfaatan limbah pertanian digunakan analisis statistik Regresi linier melalui seleksi stepwise.

Rata - rata konsumsi energi dan protein rumah tangga di Desa Sukajadi masing-masing sebesar 1598 kkal dan 36,4 g , sedangkan di Desa Cihideung Ilir sebesar 1513 kkal dan 36,9 g. Rata-rata tingkat kecukupan energi dan protein rumah tangga di Desa Sukajadi sebesar 84,2% dan 88,6%, sedangkan di Desa Cihideung Ilir sebesar 78,8% dan 87,3%. Tingkat kecukupan energi yang tergolong rawan adalah 22,7% rumah tangga di Desa Sukajadi dan 35,1% rumah tangga di Desa Cihideung Ilir. Tingkat kecukupan protein yang tergolong rawan adalah 20,0% rumah tangga di Desa dan 35,1% rumah tangga di Desa Cihideung Ilir.

Rumah tangga yang mempunyai balita dengan status Gizi Baik ( > 80% baku) sebanyak 41,3% di Desa Sukajadi dan 37,8 % di Desa Cihideung Ilir. Masing-masing sebanyak 85,3% dan 73,0% ibu-ibu di Desa Sukajadi dan di Desa Cihideung Ilir berstatus gizi tergolong Normal ( IMT antara 18,5 - 25,0).

Di kedua desa limbah yang banyak dimanfaatkan dari lahan pekarangan yaitu kotoran kambing/domba untuk pupuk kandang dengan cara : sisa-sisa pakan ternak yang kering dibakar dan abu yang dihasilkan dicampur dengan kotoran kambing/domba. Limbah dari lahan kebun-talun umumnya tidak dimanfaatkan disamping jumlahnya sedikit, jenisnya banyak, juga jarak antara tempat tinggal dengan kebun-talun tersebut sangat jauh. Limbah dari lahan tegalan yang dimanfaatkan yaitu batang dan daun jagung untuk pakan ternak dan pupuk hijau dengan cara mengamparkannya dipinggir galangan. Di Desa Sukajadi limbah jagung juga disisipkan diantara tanaman-tanaman lain yang berfungsi sebagai pupuk hijau dan dapat mematikan ilalang. Di Desa Cihideung Ilir limbah jagung digunakan untuk pupuk hijau dengan cara membakarnya, karena lebih praktis dan lebih cepat. Limbah ubi jalar, kacang panjang, talas, kacang buncis berupa batang dan daun dimanfaatkan untuk pupuk hijau dengan cara mengamparkannya atau menimbunnya. Limbah ini juga digunakan untuk pakan ternak. Limbah kacang panjang selain dimanfaatkan untuk pupuk hijau, pakan ternak kerbau/kambing/domba juga untuk pakan ikan.

Limbah singkong seperti daun singkong selain dimanfaatkan untuk pupuk hijau, juga untuk pakan ternak dan ikan. Di Desa Cihideung Ilir limbah singkong (batang) selain untuk bibit juga dimanfaatkan sebagai sumber energi rumah tangga (kayu bakar) dengan cara dikupas kulitnya dan dijemur. Limbah yang dimanfaatkan dari lahan sawah yaitu jerami padi sebagai humus dengan cara mengamparkannya atau menumpukannya dipinggir sawah/galangan , atau membakarnya. Proses ini dilakukan bila limbahnya kering dan jauh dari pemukiman. Di Desa Sukajadi limbah jerami padi juga dimanfaatkan untuk pakan ternak dan untuk membuat atap saung di sawah.

Rata-rata jumlah limbah yang dihasilkan rumah tangga di Desa Sukajadi yaitu 563,6 kg/bulan dengan rata-rata luas lahan 3.089 m2 dan di Desa Cihideung Ilir sebesar 895,8 kg/bulan dengan rata-rata luas lahan 10.780 m2. Lahan sawah di Desa Sukajadi memberikan kontribusi jumlah limbah terbesar (50,7%), sedangkan di Desa Cihideung Ilir dari lahan tegalan (44,6%) terhadap total jumlah limbah pertanian yang dihasilkan. Limbah yang dihasilkan rumah tangga di Desa Sukajadi dan di Desa Cihideung Ilir sebagian besar dimanfaatkan ke lahan sawah (45,2% dan 39,0%) dan tegalan (30,9% dan 38,4%) sebagai pupuk kandang, pupuk hijau atau humus. Limbah yang dihasilkan rumah tangga di Desa Sukajadi dan di Desa Cihideung Ilir sebanyak 75,7% dan 77,5% dikembalikan ke lahan. Rata-rata jumlah limbah yang dimanfaatkan rumah tangga untuk lahan sendiri sebagai pupuk organik, maupun untuk pakan ternak sendiri, konsumsi atau dijual di Desa Sukajadi sebesar 522,7 kg/bulan (92,7%), sedangkan di Desa Cihideung Ilir sebesar 788,8 kg/bulan (88,0%). Rata-rata tingkat pengetahuan suami tentang limbah pertanian di Desa Sukajadi sebesar 43,8%, sedangkan di Desa Cihideung Ilir sebesar 46,6%.

Rata-rata pendapatan dari pemanfaatan limbah pertanian di Desa Sukajadi dan di Desa Cihideung Ilir sebesar Rp. 1.299,00/kapita/bulan dan Rp. 1.068,00/kapita/bulan. Pendapatan dari lahan pekarangan memberikan kontribusi sebesar 62,0% dan 47,5% di Desa Sukajadi dan di Desa Cihideung Ilir terhadap total pendapatan dari pemanfaatan limbah pertanian. Rata-rata pendapatan rumah tangga di Desa Sukajadi dan di Desa Cihideung Ilir sebesar Rp. 41.683,00/kapita/bulan dan Rp. 79.214,00/kapita/bulan. Pendapatan rumah tangga di Desa Sukajadi dan di Desa Cihideung Ilir sebanyak 58,7% dan 51,9% berasal dari usaha tani. Dari hasil perhitungan diperoleh rata-rata pendapatan rumah tangga di Desa Sukajadi dari pemanfaatan limbah pertanian memberikan kontribusi pendapatan sebesar 3,1% terhadap total rata-rata pendapatan rumah tangga, sedangkan di Desa Cihideung Ilir hanya sebesar 1,3%. Rendahnya kontribusi pendapatan dari pemanfaatan limbah pertanian terhadap total pendapatan rumah tangga di kedua desa diduga berkaitan dengan sedikitnya rumah tangga (5,3% dan 13,5%) di Desa Sukajadi dan di Desa Cihideung Ilir yang pernah mendapatkan penyuluhan tentang limbah pertanian dan pemanfaatannya. Alasan lainnya yaitu pemanfaatan limbah pertanian bukan tujuan utama untuk mendapatkan penghasilan rumah tangga.

Di Desa Sukajadi ada 4 faktor yang berpengaruh nyata terhadap kontribusi pemanfatan limbah pertanian (R2 = 0,922, p < 0,05). Keempat faktor tersebut adalah umur suami, lamanya pendidikan suami, tingkat pengetahuan suami tentang limbah pertanian dan pendapatan keluarga. Di Desa Cihideung Ilir ada 3 faktor yang berpengaruh nyata terhadap kontribusi pemanfaatan limbah pertanian (R2 = 0,9906, p < 0,05). Ketiga faktor tersebut yaitu umur suami, tingkat pengetahuan suami tentang limbah pertanian dan jarak tempat limbah pertanian dihasilkan dengan tempat pemanfaatan/pengelolaan limbah pertanian.

Description Alternative :

PROGRAM PASCASARJANA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

Pemanfaatan Limbah Pertanian dan Kontribusinya terhadap Pendapatan Keluarga di Sepanjang Sungai Cihideung Sub Daerah Aliran Sungai Cisadane Bogor. Dibimbing oleh Clara M. Kusharto, selaku Ketua komisi pembimbing, Husaini M. Anwar dan Asep Rustiawan, masing-masing selaku Anggota komisi pembimbing.

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pemanfaatan limbah pertanian dan kontribusinya terhadap pendapatan keluarga pada berbagai usaha tani di sepanjang sungai Cihideung Sub Daerah Aliran Sungai Cisadane Bogor. Secara khusus, tujuan penelitian ini adalah : 1) mempelajari keadaan sosio-ekonomi, keragaan konsumsi pangan, sanitasi lingkungan dan status gizi keluarga; 2) mengidentifikasi jenis, pola pemanfaatan dan jumlah limbah pertanian berbagai usaha tani; 3) mengetahui kontribusi pendapatan dari pemanfaatan limbah pertanian terhadap pendapatan keluarga; 4) menganalisis hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan limbah pertanian dengan kontribusi pemanfaatan limbah pertanian.

Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian eksploratif-implementatif dengan judul "Bioresources Management System to Support Household Food Security : A Longitudinal Study Among Rural Household In Java". Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret - Juni 1999. Lokasi penelitian dipilih secara purposif dengan mempertimbangkan letak perbedaan ketinggian di sepanjang aliran sungai Cihideung Sub Daerah Aliran Sungai Cisadane : daerah hulu sungai dengan ketinggian 500-640 m dpl dipilih Desa Sukajadi dan daerah hilir sungai dengan ketinggian 100-200 m dpl dipilih Desa Cihideung Ilir. Populasi adalah rumah tangga petani yang mempunyai sedikitnya satu anak balita dan melakukan usaha tani. Contoh diambil secara acak dari setiap strata kepemilikan lahan yang terdiri dari 75 rumah tangga petani di Desa Sukajadi dan 37 rumah tangga petani di Desa Cihideung Ilir.

Data konsumsi pangan secara kualitatif diperoleh dengan wawancara menggunakan kuesioner food frequency, sedangkan konsumsi pangan secara kuantitatif diperoleh dengan metode ''recall 2 x 24 jam'' dengan selang waktu sehari. Nilai konsumsi zat gizi dihitung menggunakan Daftar Komposisi Bahan Makanan dan Program Food Processor. Data status gizi anak balita diperoleh dengan penimbangan berat badan serta penilaiannya secara antropometri berdasarkan berat badan menurut umur dibandingkan dengan baku NCHS. Data status gizi ibu diperoleh dengan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan, penilaiannya secara antropometri dengan menggunakan indeks massa tubuh (IMT) yang merujuk ketentuan WHO/FAO. Data potensi dan pemanfatan limbah pertanian serta sanitasi lingkungan dikumpulkan dengan wawancara berdasarkan kuesioner dan pengamatan langsung ke lapangan. Data jumlah limbah didekati dengan pembuatan standar berat yang biasa digunakan di kedua desa, sedangkan data pendapatan setiap jenis limbah pertanian didekati dan didasarkan pada harga setiap jenis limbah pertanian yang berlaku pada saat penelitian di kedua desa. Kemudian data-data yang diperoleh diolah dalam bentuk deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, tabulasi silang, persentase, rataan dan standar deviasi. Sebagian data-data tersebut dianalisis secara statistik menggunakan uji-t, uji korelasi Pearson dan uji Chi-Square. Untuk melihat faktor-faktor yang diduga berhubungan dengan besar kecilnya kontribusi pemanfaatan limbah pertanian digunakan analisis statistik Regresi linier melalui seleksi stepwise.

Rata - rata konsumsi energi dan protein rumah tangga di Desa Sukajadi masing-masing sebesar 1598 kkal dan 36,4 g , sedangkan di Desa Cihideung Ilir sebesar 1513 kkal dan 36,9 g. Rata-rata tingkat kecukupan energi dan protein rumah tangga di Desa Sukajadi sebesar 84,2% dan 88,6%, sedangkan di Desa Cihideung Ilir sebesar 78,8% dan 87,3%. Tingkat kecukupan energi yang tergolong rawan adalah 22,7% rumah tangga di Desa Sukajadi dan 35,1% rumah tangga di Desa Cihideung Ilir. Tingkat kecukupan protein yang tergolong rawan adalah 20,0% rumah tangga di Desa dan 35,1% rumah tangga di Desa Cihideung Ilir.

Rumah tangga yang mempunyai balita dengan status Gizi Baik ( > 80% baku) sebanyak 41,3% di Desa Sukajadi dan 37,8 % di Desa Cihideung Ilir. Masing-masing sebanyak 85,3% dan 73,0% ibu-ibu di Desa Sukajadi dan di Desa Cihideung Ilir berstatus gizi tergolong Normal ( IMT antara 18,5 - 25,0).

Di kedua desa limbah yang banyak dimanfaatkan dari lahan pekarangan yaitu kotoran kambing/domba untuk pupuk kandang dengan cara : sisa-sisa pakan ternak yang kering dibakar dan abu yang dihasilkan dicampur dengan kotoran kambing/domba. Limbah dari lahan kebun-talun umumnya tidak dimanfaatkan disamping jumlahnya sedikit, jenisnya banyak, juga jarak antara tempat tinggal dengan kebun-talun tersebut sangat jauh. Limbah dari lahan tegalan yang dimanfaatkan yaitu batang dan daun jagung untuk pakan ternak dan pupuk hijau dengan cara mengamparkannya dipinggir galangan. Di Desa Sukajadi limbah jagung juga disisipkan diantara tanaman-tanaman lain yang berfungsi sebagai pupuk hijau dan dapat mematikan ilalang. Di Desa Cihideung Ilir limbah jagung digunakan untuk pupuk hijau dengan cara membakarnya, karena lebih praktis dan lebih cepat. Limbah ubi jalar, kacang panjang, talas, kacang buncis berupa batang dan daun dimanfaatkan untuk pupuk hijau dengan cara mengamparkannya atau menimbunnya. Limbah ini juga digunakan untuk pakan ternak. Limbah kacang panjang selain dimanfaatkan untuk pupuk hijau, pakan ternak kerbau/kambing/domba juga untuk pakan ikan.

Limbah singkong seperti daun singkong selain dimanfaatkan untuk pupuk hijau, juga untuk pakan ternak dan ikan. Di Desa Cihideung Ilir limbah singkong (batang) selain untuk bibit juga dimanfaatkan sebagai sumber energi rumah tangga (kayu bakar) dengan cara dikupas kulitnya dan dijemur. Limbah yang dimanfaatkan dari lahan sawah yaitu jerami padi sebagai humus dengan cara mengamparkannya atau menumpukannya dipinggir sawah/galangan , atau membakarnya. Proses ini dilakukan bila limbahnya kering dan jauh dari pemukiman. Di Desa Sukajadi limbah jerami padi juga dimanfaatkan untuk pakan ternak dan untuk membuat atap saung di sawah.

Rata-rata jumlah limbah yang dihasilkan rumah tangga di Desa Sukajadi yaitu 563,6 kg/bulan dengan rata-rata luas lahan 3.089 m2 dan di Desa Cihideung Ilir sebesar 895,8 kg/bulan dengan rata-rata luas lahan 10.780 m2. Lahan sawah di Desa Sukajadi memberikan kontribusi jumlah limbah terbesar (50,7%), sedangkan di Desa Cihideung Ilir dari lahan tegalan (44,6%) terhadap total jumlah limbah pertanian yang dihasilkan. Limbah yang dihasilkan rumah tangga di Desa Sukajadi dan di Desa Cihideung Ilir sebagian besar dimanfaatkan ke lahan sawah (45,2% dan 39,0%) dan tegalan (30,9% dan 38,4%) sebagai pupuk kandang, pupuk hijau atau humus. Limbah yang dihasilkan rumah tangga di Desa Sukajadi dan di Desa Cihideung Ilir sebanyak 75,7% dan 77,5% dikembalikan ke lahan. Rata-rata jumlah limbah yang dimanfaatkan rumah tangga untuk lahan sendiri sebagai pupuk organik, maupun untuk pakan ternak sendiri, konsumsi atau dijual di Desa Sukajadi sebesar 522,7 kg/bulan (92,7%), sedangkan di Desa Cihideung Ilir sebesar 788,8 kg/bulan (88,0%). Rata-rata tingkat pengetahuan suami tentang limbah pertanian di Desa Sukajadi sebesar 43,8%, sedangkan di Desa Cihideung Ilir sebesar 46,6%.

Rata-rata pendapatan dari pemanfaatan limbah pertanian di Desa Sukajadi dan di Desa Cihideung Ilir sebesar Rp. 1.299,00/kapita/bulan dan Rp. 1.068,00/kapita/bulan. Pendapatan dari lahan pekarangan memberikan kontribusi sebesar 62,0% dan 47,5% di Desa Sukajadi dan di Desa Cihideung Ilir terhadap total pendapatan dari pemanfaatan limbah pertanian. Rata-rata pendapatan rumah tangga di Desa Sukajadi dan di Desa Cihideung Ilir sebesar Rp. 41.683,00/kapita/bulan dan Rp. 79.214,00/kapita/bulan. Pendapatan rumah tangga di Desa Sukajadi dan di Desa Cihideung Ilir sebanyak 58,7% dan 51,9% berasal dari usaha tani. Dari hasil perhitungan diperoleh rata-rata pendapatan rumah tangga di Desa Sukajadi dari pemanfaatan limbah pertanian memberikan kontribusi pendapatan sebesar 3,1% terhadap total rata-rata pendapatan rumah tangga, sedangkan di Desa Cihideung Ilir hanya sebesar 1,3%. Rendahnya kontribusi pendapatan dari pemanfaatan limbah pertanian terhadap total pendapatan rumah tangga di kedua desa diduga berkaitan dengan sedikitnya rumah tangga (5,3% dan 13,5%) di Desa Sukajadi dan di Desa Cihideung Ilir yang pernah mendapatkan penyuluhan tentang limbah pertanian dan pemanfaatannya. Alasan lainnya yaitu pemanfaatan limbah pertanian bukan tujuan utama untuk mendapatkan penghasilan rumah tangga.

Di Desa Sukajadi ada 4 faktor yang berpengaruh nyata terhadap kontribusi pemanfatan limbah pertanian (R2 = 0,922, p < 0,05). Keempat faktor tersebut adalah umur suami, lamanya pendidikan suami, tingkat pengetahuan suami tentang limbah pertanian dan pendapatan keluarga. Di Desa Cihideung Ilir ada 3 faktor yang berpengaruh nyata terhadap kontribusi pemanfaatan limbah pertanian (R2 = 0,9906, p < 0,05). Ketiga faktor tersebut yaitu umur suami, tingkat pengetahuan suami tentang limbah pertanian dan jarak tempat limbah pertanian dihasilkan dengan tempat pemanfaatan/pengelolaan limbah pertanian.


Give Comment ?#(0) | Bookmark

PropertyValue
Publisher IDJKPTUTPP
OrganizationU
Contact Namedyah@unikom.ac.id
AddressJl. Dipati Ukur No.116 Lt.7
CityBandung
RegionWest Java
CountryIndonesia
Phone022-2533825 ext.112
Fax022-2533754
Administrator E-mailperpus@unikom.ac.id
CKO E-mailperpus@unikom.ac.id